Pembicara:
Di akhir Ramadan, banyak orang berdiam di masjid untuk mendekat kepada Allah.
Namun sering kali, setelah Ramadan selesai, kita kembali pada pola yang sama:
hubungan dengan pasangan masih terasa berat
anak masih sering memancing emosi
luka dari orangtua masih terbawa dalam rumah tangga
Padahal Ramadan seharusnya menjadi momen muhasabah yang mengubah cara kita memandang keluarga.
Karena itu kami menghadirkan:
3 hari refleksi mendalam tentang pasangan, anak, dan orangtua.
Dipandu oleh:
Ustadz Bendri Jaisyurrahman
Ayah Irwan Rinaldi
📅 16–18 Maret 2026
⏰ 09.00 – 11.30 WIB
📍 Online – dapat diikuti dari rumah atau dari masjid yang bekerja sama
Sering kali masalah dalam keluarga bukan karena kita tidak sayang.
Tetapi karena:
kita membawa harapan yang tidak realistis terhadap pasangan
kita lelah menghadapi anak tanpa tahu harus merespons bagaimana
kita menyimpan luka dari orangtua yang belum selesai
Tanpa kita sadari, semua itu mempengaruhi cara kita berbicara, bersikap, dan mendidik.
Muhasabah ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Tetapi untuk membantu kita melihat dengan lebih jernih:
apa yang sebenarnya terjadi di rumah
bagaimana menyikapinya dengan lebih tenang
dan bagaimana membawa pulang pelajaran Ramadan ke dalam keluarga.
Banyak orang menikah dengan harapan besar. Namun perjalanan rumah tangga sering memperlihatkan realitas yang berbeda.
Dalam sesi ini kita akan membahas:
mengapa pasangan sering terasa tidak sesuai harapan
bagaimana mengelola kekecewaan tanpa merusak hubungan
cara memandang pasangan dengan lebih lapang
Sesi ini membantu kita belajar:
menerima tanpa menyerah, dan berharap tanpa memaksa.
Anak adalah amanah. Namun dalam kenyataan, anak juga bisa menjadi ujian yang melelahkan.
Dalam sesi ini kita akan membahas:
kenapa anak sering memancing emosi orangtua
mengapa pola pengasuhan sering berulang tanpa kita sadari
bagaimana merespons anak dengan lebih sadar dan tenang
Sesi ini membantu orang tua melihat bahwa
di balik ujian anak, sering kali ada pelajaran untuk orang tua.
Tidak semua orang tumbuh dengan orangtua yang ideal. Sebagian dari kita membawa luka dari masa lalu.
Dalam sesi ini kita akan membahas:
bagaimana berdamai dengan kondisi orangtua
mengapa luka masa lalu sering mempengaruhi rumah tangga
cara memutus rantai luka agar tidak diwariskan ke anak
Karena berdamai dengan masa lalu adalah salah satu langkah penting untuk membangun keluarga yang lebih sehat.
Webinar ini bukan hanya ceramah satu arah.
Setiap sesi akan terdiri dari:
✔ Penyampaian materi utama
✔ Pembahasan kasus nyata dalam keluarga
✔ Sesi tanya jawab dengan peserta
Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga kesempatan mengklarifikasi masalah yang mereka alami.
Program ini cocok untuk:
✔ Suami istri yang ingin memperbaiki hubungan
✔ Orang tua yang sedang lelah menghadapi anak
✔ Orang dewasa yang ingin berdamai dengan masa lalu
✔ Jamaah itikaf yang ingin menjadikan akhir Ramadan lebih bermakna
Jika kamu merasa rumah tangga sering terasa berat,
maka sesi ini mungkin akan sangat relevan untukmu.
Tidak. Peserta bisa memilih satu tema saja sesuai kebutuhan.
Namun jika ingin mendapatkan refleksi yang lebih utuh, kami menyarankan mengambil paket tiga hari.
Iya ada rekaman untuk pendaftar.
Bisa. Bahkan kami menyediakan paket khusus untuk masjid agar jamaah bisa mengikuti bersama.
Ya. Setiap sesi menyediakan waktu khusus untuk tanya jawab.
Akhir Ramadan adalah waktu yang sangat berharga.
Namun sering kali kita lupa untuk bermuhasabah tentang keluarga kita sendiri.
Bagaimana hubungan kita dengan pasangan.
Bagaimana cara kita merespons anak.
Dan bagaimana kita memandang orangtua.
Semoga program ini membantu menjadikan itikaf kita tidak berhenti di masjid,
tetapi membawa perubahan sampai ke rumah.
Harga:
Saya Belajar Parenting
#KarenaSayaOrangTuaCerdas
Yang Senantiasa Memperbaiki Diri